Selasa, 11 Oktober 2016

LAPORAN BAB III

BAB III
ANALISIS ORGANISASI PERUSAHAAN

3.1  Sejarah Perusahaan
Perkembangan ekonomi dunia terus bergeser, dari era pertanian dan industri hingga abad ke-19, lalu masuk ke era informasi, hingga saat ini telah masuk ke era konseptual. Sebuah era di mana perkembangan ekonomi banyak didorong oleh para pelaku-pelaku industri kreatif, yang hadir dan tumbuh dengan menawarkan gelombang kebutuhan baru yang sesuai dengan perkembangan masyarakat.
       Perkembangan yang sama terjadi juga di tanah air, Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen serius untuk mendorong perkembangan ekonomi kreatif sesuai dengan konteks Indonesia, ekonomi kreatif yang memiliki akar budaya dari Indonesia namun juga memiliki potensi masuk ke pasar global. Salah satu langkahnya adalah dengan pembentukan Badan Ekonomi Kreatif. Sektor ekonomi kreatif yang menunjukkan perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir adalah sektor kreatif digital. Hal ini antara lain juga didorong oleh pesatnya pertumbuhan pengguna perangkat telekomunikasi dan internet di tanah air dan di dunia.
       Untuk itu perlu dibangun ekosistem yang sehat bagi sektor kreatif digital di Indonesia, ekosistem yang mampu menumbuhkan lebih banyak lagi bibit-bibit digitalpreneur nasional.
       Salah satunya faktor yang masih menjadi kendala dalam ekosistem tersebut saat ini adalah masih terjadi gap kuantitas dan kualitas sumber daya manusia yang tersedia dengan yang dibutuhkan untuk membangun sektor ini.
       Sebagai langkah nyata untuk menumbuhkan lebih banyak lagi bibit digitalpreneur di tanah air, MIKTI (Masyarakat Industri Kreatif TIK Indonesia), dengan dukungan PT Telkom, telah mengembangkan Creative Camp DILo (Digital Innovation Lounge) di berbagai kota di tanah air.




Gambar 3.1 Logo Perusahaan  PT DILo
3.2  Visi dan Misi Perusahaan
VISI
Digital Innovation Lounge (DILo) diharapkan dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas bibit-bibit digitalpreneur, sekaligus juga mendukung pemberdayaan masyarakat dan komunitas di tanah air.
MISI
·         Menumbuhkan bibit-bibit baru digitalpreneur melalui berbagai program dan kegiatan;
·         Meningkatkan kapabilitas komunitas kreatif dan digitalpreneur pemula agar mampu bersaing di level nasional bahkan global;
·         Menyediakan jejaring kolaborasi antar pemangku kepentingan di sektor kreatif digital agar terjadi kerjasama mutual;
·         Mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM dan pengembangan ekonomi kreatif nasional.

3.3   Fasilitas Perusahaan
DILO – DIGITAL INNOVATION LOUNGE merupakan pusat interaksi peminat dan pelaku industri kreatif digital yang bertujuan menciptakan bibit-bibit digitalpreneur yang selanjutnya siap masuk ke industri (Creative Center).
Co-working space
DILo berfungsi sebagai ruang kerja bersama yang dapat digunakan oleh digitalpreneur-digitalpreneur pemula, sebelum mereka mampu membiayai ruang kantor sendiri.
 

 




Meeting room
DILo menyediakan ruang-ruang meeting yang dapat digunakan digitalpreneur-digitalpreneur pemula berdasarkan penjadwalan yang dilakukan.







Classroom
DILo menyediakan ruang-ruang kelas yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai training dan workshop berdasarkan penjadwalan yang dilakukan.
 





Lounge
DILo dapat digunakan sebagai tempat penyelenggaraan gathering atau launching produk.
 




3.4   Struktur Organisasi dan Job Description Perusahaan


Gambar 3.2 Bagan Struktur Organisasi PT DILo Bandung

3.5  Deskripsi dan Ruang Lingkup Internship (selama internship berlangsung)
   Pada kegiatan Internship kali ini tergabung dalam Team Software Development. Team Software Development adalah team yang bekerja dalam pengembangan perangkat lunak. Jadwal masuk Internship sama dengan karyawan yang bekerja di PT. Digital Innovation Lounge (DILo) Bandung yaitu  dari hari Senin – Jumat dan dari pukul 09.00 – 17.00 WIB.   
Internship kali ini tergabung dalam team yang menangani sistem indie home cinema. Internship kali ini meliputi analisa dan perancangan sistem yang cocok untuk sistem indie home cinema. Pada penelitian kali ini menggunakan 3 aplikasi yang berbeda, diantaranya Android, Web, dan Desktop. Dalam penelitian kali ini penulis ditugaskan menganalisis dan merancang aplikasi berbasis android.


Link Github :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar