BAB
II
LANDASAN
TEORI
2.1 Analisis Sistem
Analisa Sistem adalah
teori sistem umum yang sebagai sebuah landasan konseptual yang mempunyai tujuan
untuk memperbaiki berbagai fungsi didalam sistem yang sedang berjalan agar
menjadi lebih efisien, mengubah sasaran sistem yang sedang berjalan,
merancang/mengganti output yang sedang digunakan, untuk mencapai tujuan yang
sama dengan seperangkat input yang lain (biasa jadi lebih sederhana dan lebih
interatif) atau melakukan beberapa perbaikan serupa. [1]
2.2 Perancangan Sistem
Perancangan sistem adalah spesifikasi umum dan terperinci
dari pemecahan masalah berbasis komputer yang telah dipilih selama tahap
analisis. [2]
Perancangan sistem adalah bagian dari perancangan bisnis
yang berhubungan dengan penyebaran sumber daya sistem informasi sistem
informasi perusahaan yang mencakup manusia, perangkat keras dan perangkat
lunak. [3]
2.3 Aplikasi
Menurut (Kadir, 2003,
h.204) aplikasi adalah suatu program yang dibuat oleh pemakai yang ditujukan
untuk melakukan suatu tugas khusus.[4] Aplikasi juga diartikan sebagai suatu
bagian dari perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menyelesaikan
masalah-masalah yang khusus yang dihadapi user dengan menggunakan kemampuan
komputer.[5]
2.4 Media Streaming
Media Streaming merupakan suatu sistem yang
terdiri dari komponen- komponen yang saling mendukung dan sebuah teknlogi yang
memungkinkan distribusi data audio, video dan multimedia secara real-time
melalui Internet (http://radio.nurmanto.com). Media streaming merupakan
pengiriman media digital (berupa video, suara dan data) agar bisa diterima
secara terus-menerus. Data tersebut dikirim dari sebuah server aplikasi dan
diterima serta ditampilkan secara real- time oleh aplikasi pada komputer klien
Streaming suara sering juga disebut sebagai streaming media. Teknologi ini
merupakan pengembangan dari teknologi MPEG (Moving Picture Experts Group) yang
diakui oleh ISO (International Standard Organization). Teknik kompresi suara
menggunakan istilah coding dan decoding. [6]
2.5 Metodologi SCRUM
Kniberg,
H. (2007). Scrum dan XP Secara Praktis.
United States of America: C4Media menyatakan “Scrum merupakan framework untuk
manajemen pengembangan software dengan karakteristik cekatan dan bersifat
iterative dan incremental. Scrum mendefinisikan dirinya fleksibel, strategi
pengembangan yang menyeluruh dimana seluruh team bekerja sebagai satu unit
dalam mencapai sebuah gol yang sama.
Dalam
menjalankan kerjasama antara anggota team, Scrum menekankan lokasi fisik yang
sama atau sarana online yang akrab antara semua member, dan juga pertemuan muka
dengan muka setiap hari antara semua anggota team.
Prinsip
kunci dari scrum adalah memahami bahwa dalam project yang tengah berlangsungn,
klien mungkin mengubah apa yang menjadi kebutuhan dan keinginannya. Perubahan
sulit diadaptasi oleh framework pengembangan aplikasi yang bersifat
tradisional. Scrum menerima perubahan ini dan memaksimalkan seluruh anggota
team untuk menyesuaikan perubahan mendadak ini.
Scrum
mengadopsi permainan rugby yang begitu mudah menyesuaikan diri semua anggota
team setelah ada sedikit pelanggaran. Kemudian menyesuaikan diri inilah yang
mengimpirasi scrum. [7]
Scrum
mempunyai 3 role yaitu:
1. Product
Owner
Pengertian produk adalah tujuan dari
proyek. Product Owner memastikan bahwa ptoyek berjalan sesuai yang diharapkan.
Product Owner merupakan jembatan antara client dengan team development. Product
Owner akan menuliskan spesifikasi-spesifikasi sesuai cara pandang client,
dilain pihak harus punya empati terhadap anggota team.
2. Team
Member
Dilihat dari namanya jelas yaitu
anggota-anggota team yang terlibat.
3. Scrum
Master
Scrum Master akan mencegah hal-hal
yang mengalihkan focus team. Scrum master akan membuat suasana kondusif supaya
team dapat bekerja sama dalam mencapai goal.
2.6 Android
Gambar 2.1 Icon Android
Dari
perkembangan sistem operasi ini yang sekarang menjadi sangat popular karena
bersifat open source menjadikannya sebagai sistem operasi yang banyak diminati
oleh banyak pengguna. Adapun beberapa kelebihan sistem operasi Android adalah
sebagai berikut [5] :
a. Complete
Platform
Sistem operasi Android
adalah sistem operasi yang banyak menyediakan tools yang berguna untuk
membangun sebuah aplikasi yang kemudian aplikasi tersebut dapat lebih
dikembangkan lagi oleh para developer.
b. Open
Source Platform
Platform Android yang
bersifat open source menjadikan sistem operasi ini mudah dikembangkan oleh para
developer karena bersifat terbuka.
c. Free
Platform
Developer dengan bebas
bisa mengembangkan, mendistribusikan dan memperdagangkan sistem operasi Android
tanpa harus membayar royalty untuk mendapatkan license.
2.7 Android Studio
Android Studio adalah sebuah IDE untuk Android
Development yang diperkenalkan google pada acara Google I/O 2013.Android Studio
merupakan pengembangkan dari Eclipse IDE, dan dibuat berdasarkan IDE Java
populer, yaitu IntelliJ IDEA.Android Studio merupakan IDE resmi untuk pengembangan
aplikasi Android. [8]
2.8 Android Software Development Kit (SDK)
Android SDK adalah tools
API (Application Programming Interface) yang diperlukan untuk memulai
pengembangan aplikasi pada platform Android menggunakan Bahasa pemograman java
[5]. Pada Android SDK ini terdiri dari debugger, libraries, handset emulator,
dokumentasi dan tutorial.
Software Development Kit
memungkinkan pengembang untuk membuat aplikasi untuk platform Android. SDK
Android mencakup proyek sampel dengan kode sumber, perangkat pengembang,
emulator dan perpustakaan yang diperlukan untuk membangun aplikasi Android.
Aplikasi yang ditulis menggunakan Bahasa pemograman Java dan berjalan di
Dalvik, mesin virtual yang dirancang khusus untuk penggunaan embedded yang
berjalan di atas kernel Linux.
2.9 Android Virtual Device (AVD)
Android Virtual Device
(AVD) yang merupakan emulator untuk menjalankan program aplikasi Android yang
kita buat [5]. AVD ini yang selanjutnya digunakan sebagai tempat untuk test dan
menjalankan aplikasi Android yang telah dibuat. Dengan AVD ini, developer bisa
mengembangkan dan mencoba aplikasi Android tanpa harus menggunakan perangkat
Android yang sebenarnya. Sebelum menggunakan AVD harus menentukan
karakteristiknya, misalkan dalam menentukan versi Android, jenis dan ukuran
layar dan besarnya memori. AVD bisa dibuat sebanyak yang kita inginkan.
2.10 Java
Java dikembangkan oleh perusahaan Sun
Microsistem. Definisi Java menurut Sun Microsistem adalah nama dari sekumpulan
teknologi untuk membuat dan menjalankan perangkat lunak pada komputer. Java
berdiri diatas sebuah mesin interpreter yang diberi nama Java Virtual Machine
(JVM). JVM berfungsi untuk membaca bytecode dalam file .class dari suatu
program sebagai representasi langsung program yang berisi bahasa mesin. Bahasa
Java disebut sebagai bahasa pemrograman yang portable karena dapat dijalankan
pada berbagai sistem operasi, jika terdapat JVM dalam sistem operasi tersebut.
Java merupakan bahasa pemrograman objek murni karena semua kode programnya
dibungkus dalam kelas. [9]
2.11 UML
Unified Modeling Language
(UML) adalah teknik untuk merancang sebuah sistem serta aplikasinya. UML mulai
diperkenalkan oleh Object Management Group, yaitu organisasi yang telah
mengembangkan model, teknologi, dan standar OOP sejak tahun 1980-an. UML adalah
Bahasa yang menentukan, memvisualisasikan membangun, dan mendokumentasikan
suatu sistem informasi yang akan dirancang. UML juga bisa disebut sebagai alat
untuk analisis dan desain yang berorientasi objek oleh Grady Booch, Jim
Rumbaugh, dan Ivar Jacobson. UML dapat digunakan dalam Bahasa pemograman
berorientasi objek seperti C++, Java, dan VB.NET. [10]
Adapun macam-macam diagram dalam UML untuk
memodelkan aplikasi berorientasi objek, antara lain :
a.
Use Case merupakan unit fungsionalitas
koheren yang diekspresikan sebgai transaksi-transaksi yang terjadi antara actor
dan system.
b.
Class Diagram untuk memodelkan struktur
yang terdiri dari kelas-kelas sistem.
c.
Conceptual Diagram untuk memodelkan
konsep-konsep yang ada di dalam aplikasi.
d.
Sequence Diagram Untuk memodelkan
pengiriman pesan (message) antar objects.
e.
Collaboration Diagram untuk memodelkan
interaksi antar objects.
f.
State Diagram untuk memodelkan perilaku
objects di dalam sistem.
g.
Activity Diagram untuk memodelkan perilaku
Use Case dan Objects di dalam sistem.
h.
Object Diagram untuk memodelkan struktur
object.
i.
Component Diagram untuk memodelkan
komponen object.
j.
Deployment Diagram untuk memodelkan
distribusi aplikasi.
2.12 Database
Basis
data (database) adalah kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan
lainnya tersimpan di perangkat keras computer dan digunakan perangkat lunak
untuk memanipulasinya.
Dari
definisi diatas terdapat tiga hal yang berhubungan dengan basis data
(database), yaitu sebagai berikut:
1.
Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi,
seni serta buaya yang relevan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat pada
zamannya.
2.
Membangun kesadaran keilmuan dan tradisi
akademik yang kuat dan mengakar.
3.
Data itu sendiri yang diorganisasikan
dalam bentuk basis data (database).
4.
Simpanan permanen (storage) untuk
menyimpan basis data tersebut. Simpanan ini merupakan bagian teknologi
perangkat keras yang digunakan di sistem informasi. Simpanan permanen yang
umumnya digunakan berupa hard disk.
5.
Perangkat lunak untuk memanipulasi basis
datanya. Perangkat lunak ini dapat dibuat sendiri dengan menggunakan bahas
pemrograman computer atau dibeli dalam bentuk satu paket. Banyak paket
perangkat lunak ini disebut dengan DBMS (Data Base Management System). [11]
Link Github:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar