BAB
IV
METODOLOGI PENELITIAN
4.1
Diagram Alur Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan
penelitian kualitatif yaitu suatu proses penelitian dan pemahaman yang bersifat
fleksibel dan berubah - rubah sesuai dengan kondisi lapangan serta bersifat
deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Penelitian kualitatif tidak
seperti penelitian kuantitatif yang bersifat tetap, baku dan tidak berubah -
rubah. Pada penelitian kualitatif ini peranan peneliti sangat dominan dalam
menentukan keberhasilan penelitian yang dilaksanakan. Metodologi penelitian
kualitatif digabungkan dengan metode pengembangan scrum sangatlah cocok untuk
projek ini, keduanya memiliki kemampuan beradaptasi pada perubahan – perubahan
pada saat melakukan analisis sistem dan perancangan sistem. Keduanya juga dapat
melakukan penelitian mengenai sistem yang akan dibangun.
Gambar 4.1 Diagram
Alur Metode Penelitian
4.2
Diagram Alur Metodologi Penelitian
Berikut ini tahapan -
tahapan alur diagram Metodologi Penelitain yang dipakai yaitu sebagai berikut :
4.2.1
Menentukan Masalah
Pada langkah ini penulis merumuskan masalah-masalah
yang akan diteliti sesuai dengan ketentuan sebelum melakukan tahapan lain.
Dalam bagian ini keseluruhan masalahnya akan ditentukan oleh masalah yang sudah
dirumuskan. Masalah jelas dan tidak bermakna ganda sehingga menimbulkan
berbagai interpretasi.
Dari hasil peninjauan masalah bahwa PT DILo ini ingin
membuat sebuah media untuk para user/konsumen yang dapat membeli film bioskop
dan streaming film bioskop yang sudah dibeli pada device android (handphone
berbasis android).
4.2.2
Menentukan Jenis Data
Dalam pengambilan data disini penulis menggunakan
jenis- jenis data seperti berikut:
4.2.2.1
Data Primer
Data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti
secara langsung dari sumber datanya. Data primer disebut juga sebagai data asli
atau data baru yang memiliki sifat up to
date. Untuk mendapatkan data primer, peneliti harus mengumpulkannya secara
langsung. Teknik yang dapat digunakan peneliti untuk mengumpulkan data primer
antara lain observasi, wawancara, diskusi terfokus dan penyebaran kuisioner.
4.2.2.2
Data Sekunder
Data sekunder yaitu data yang dikumpulkan oleh orang
atau instansi selain penulis yang melakukan kajian saat ini. Data sekunder bias
didapat dari internal maupun eksternal organisasi baik melalui internet maupun
jurnal dan penelitian sebelumnya.
Studi Pustaka : pengumpulan data dan sumber informasi
dari buku-buku, jurnal dan internet yang mempunyai kaitan dengan topik
perangkat lunak yang sedang dibangun.
4.2.3
Metode Pengambilan Data
Pada langkah ini menjelaskan bahwa penulis akan
menggunakan teknik wawancara, observasi langsung dan review dokumen. Melakukan wawancara dengan Stakeholder Product Owner dan Scrum Master PT
DILo Bandung.
4.2.4
Analisa dan Perancangan Sistem
Dalam langkah ini penulis menganalisa sistem yang akan
dibangun dengan menganalisa apa saja yang dibutuhkan dalam sistem yang akan
dibangun ini.
4.2.5
Pre-Game
4.2.5.1
Perencanaan
Ditentukan
dari backlog yang sudah ada, termasuk jadwal dan biaya. Bila sebuah sistem baru
dikembangkan, fase ini akan terdiri dari proses konseptualisasi dan analisa.
Bila proyek terdiri dari pengembangan sistem yang lama, maka fase ini hanya
akan dilakukan analisis.
4.2.5.2
Arsitektur
Mendesain
bagaimana daftar backlog yang akan diimplementasikan, fase ini meliputi
arsitektur sistem dan desain di tingkat pengguna. Sebagai contoh dari
implementasi arsitektur yaitu perencanaan terhadap user interfasce sistem.
4.2.6
Game
4.2.6.1
Product Backlog
Proyek yang menggunakan metode Scrum
didasari oleh sebuah visi dari produk yang dibuat oleh Product Owner, dan
dituliskan pada Product Backlog. Product Backlog memuat daftar dari poin yang
akan dibuat oleh tim yang didasari oleh prioritas kebutuhan yang dinilai
berdasarkan kebutuhan customer. Product Backlog disusun disepanjang waktu
pengerjaan proyek, dengan penambahan, pengurangan, dan perubahan prioritas yang
berkesinambungan.
4.2.6.2
Sprint
Scrum
mensturkturisasi pengembangan produk dengan menggunakan satu runtunan pekerjaan
yang disebut dengan sprint, iterasi dari pekerjaan yang biasanya berdurasi 1-4
minggu. Sprint memiliki durasi dan diakhiri pada waktu yang spesifik tanpa
memperhatikan status dari pekerjaan yang dilakukan, baik selesai maupun tidak.
Pada durasi yang ditentukan tersebut, dilakukan pengembangan produk yang
terdapat dalam proyek. Durasi dari sprint tidak dapat diperpanjang.
4.2.6.3
Sprint Planning
Pada
awal dari setiap Sprint, dilakukan pertemuan Sprint Planning. Ada Sprint
Planning, Product Owner dan tim Scrum melakukan review terhadap Product
Backlog, mendiskusikan hasil dan konteks dari poin yang akan dibuat, dan tim
Scrum memilih poin-poin yang terdapat pada Product Backlog untuk dikerjakan dan
dapat diselesaikan pada akhir dari Spinrt, dimulai dari daftar teratas pada
Product Backlog. Setiap poin yang dipilih dari Product Backlog kemudian didesain
dan didekomposisi dalam sebuah kumpulan pekerjaan individu. Daftar dari
pekerjaan dituliskan ke dalam sebuah dokumen yang disebut dengan Sprint Backlog
4.2.6.4
Daily Scrum Meeting
Daily Scrum adalah kegiatan dengan
batasan waktu maksimum selama 15 menit agar Tim Pengembang dapat
mensinkronisasiakn pekerjaan mereka dan membuat perencanaan untuk 24 jam ke
depan. Hal ini dilakukan dengan meninjau pekerjaan semenjak Daily Scrum
terakhir dan meperkirakan pekerjaan yang dapat dilakukan sebelum melakukan Daily
Scrum berikutnya. Daily Scrum meningkatkan komunikasi, menghilangkan
pertemuan-pertemuan lain, mengidentifikasi hambatan untuk dihilangkan,
mendukung pembuatan keputusan secara cepat dan meningkatkan tingkat pengethuan
tim. Pertemuan ini adalah kunci dari proses peninjauan dan pengadaptasian.
4.2.6.5
Sprint Review and Retrospective
Setelah
Sprint berakhir, terdapat satu aktifitas yang disebut dengan Sprint Review.
Sprint Review melibatkan tim Scrum dan stakeholder untuk melakukan inspeksi
pada pekerjaan yang telah selesai dilakukan selama Sprint. Inspeksi ini memuat
diskusi mengenai pekerjaan yang sebelumnya dan rencana selanjutnya untuk
pekerjaan tersebut. Pertemuan Sprint Review ini dihadiri oleh Product Owner,
Tim Pengembang, Scrum Master, beserta customer, stakeholder, ahli, dan beberapa
orang yang tertarik untuk bergabung. Melalui Sprint Review, tim Scrum
selanjutnya mengadakan Sprint Retrospective. Pada Sprint Retrospective, tim
Scrum berkesempatan unutk meninjau dirinya sendiri dan membuat perencanaan
mengenai peningkatan yang akan dilakukan pada Sprint berikutnya.
4.2.7
Post-Game
Fase
ini untuk mempersiapkan produk yang telah dikembangkan untuk beberapa
kelengkapan umum lainnya seperti integrase, pengujian sistem, dokumentasi,
persiapan materi pelatihan penggunaan sistem, dan persiapan materi pemasaran.
Link Github :











